Papua Sport

Tim teknis KONI Papua mengemban tiga tugas utama

george kaiba | Senin, 23 Oktober 2017 - 10:47:26 WIB | dibaca: 208 pembaca

Jayapura, Jubi - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua, membentuk dua tim kerja yakni tim panitia pelaksana (Panpel)  PON XX/2020 dan tim teknis. 

Tim panpel dikoordinir Benny Jensenem, wakil ketua Benny Maniani dan sekretaris Longginus Sangur beranggotakan 28 orang pengurus KONI sedangkan tim teknis diketuai R. Carol Renwarin, wakil ketua Saharudin Ita dan 8 anggota  pengurus KONI Papua.

Benny Jensenem dalam keterangan persnya, Minggu (22/10/2017) di Kantor KONI Papua, GOR Cenderawasih Jayapura mengatakan, tim ini bertugas mengiventarisir seluruh perangkat pertandingan dari masing-masing Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan pada PON 2020. Termasuk tenaga lokal yang akan diberdayakan pada iven tersebut.

“Kami bertugas mengiventarisi seluruh perangkat pertandingan. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pengurus provinsi (Pengprov) cabor, untuk invetarisir seluruh perangkat pertandingan. Karena pada hari Senin (23 Oktober 2017) data ini akan dibahas di Jakarta,” ungkap Benny.

Jensenem mengaku dalam melaksanakan tugasnya, tim panpel didukung 5 koordinator sesuai dengan kelompok cabor yakni koordinator cabor terukur  dipimpin Ulrich Latumahina, koordinator cabor bela diri dipimpin Rudolf Morin, koordinator cabor akurasi diketuai George Weyasu dan Arnold Walilo, koordinator cabor permainan.

Ketua tim teknis PON, Carol Renwarin menjelaskan, timnya memiliki tiga tugas utama yakni mempersiapkan pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON 2020, mendata ulang atlet PON Jawa Barat serta menggelar tes atlet.

“Tim teknis diberi tiga tugas utama. Dan salah satunya adalah mendata ulang atlet ex PON Jawa Barat yang meraih medali emas, perak maupun perunggu,” ungkap Carol.

Mantan Petinju Papua itu juga bilang bahwa sesuai dengan perencanaan KONI Papua maka Pelatda PON 2020 dijadwalkan akan dilaksanakan awal tahun depan. Para atlet yang akan memasuki Pelatda adalah atlet peraih medali emas, perak dan perunggu pada PON Jawa Barat dan atlet Popnas yang diseleksi secara ketat.

“Termasuk juga atlet-atlet yang memiliki prestasi terbaik pada kejuaraan daerah maupun kejuaranaan nasional dari masing-masing cabor,” ujarnya.

Sekretaris Umum KONI Papua, Yusuf Yambe Yabdi menyampaikan, keberadaan kedua tim ini berperan strategis menyukseskan pelaksanaan PON maupun peningkatan prestasi atlet Papua. Yusuf berharap kedua tim dapat bekerja profesional. (*)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)