Papua Sport

Pemain tua dominan, Persipura mulai tertidur

george kaiba | Senin, 25 September 2017 - 12:31:40 WIB | dibaca: 216 pembaca

Jayapura, Jubi – Penampilan tim Persipura dengan gaya serta ciri khasnya, bermain cepat dengan satu-dua sentuhan mulai pudar. Monoton serta membosankan. Alur permainan Mutiara Hitam mudah ditebak tim lawan.

Persipura sementara masih bersaing di papan atas Go-Jek Traveloka Liga 1. Boaz dan kolega,  duduk diperingkat 4 klasemen sementara di bawah Bhayangkara FC (penguasa takhta), Bali United dan PSM Makassar.

Banyak pihak menilai kekuatan Persipura mulai menurun. Salah satu sebab, tim masih didominasi pemain tua alias senior. Kesempatan bermain buat pemain muda, sulit didapat.

Mantan pemain Persipura Nico Dimo mengatakan, kompetisi internal Persipura tidak pernah dilaksanakan adalah jurang pemisah yang kini dirasakan. Dimana stok pemain lapis kedua, mulai terasa ada jarak antara senior dan yunior.

“Talenta pesepakbola asal Papua selalu muncul, tapi mereka lupa produk itu tak pernah disiapkan lewat proses yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Kompetisi Persipura itu ibarat dapur utama untuk mencetak makanan siap saji dan itu sudah terbukti dari dekade 70-an hingga 90an. Talenta muda calon pemain Persipura didapat dari sebuah konsep kompetisi yang teratur dan baik.

Menejemen Persipura menurut Nico terlalu eforia dengan kepentingan sesaat mereka, yaitu egoisme pribadi. Sehingga semua yang menyangkut tim dan pemain Persipura tidak usah ada lagi orang lain ikut campur ke dalam.

Kini dalam kompetisi Liga 1, sadar atau tidak tim mulai keropos. Selalu mengandalkan pemain-pemain senior yang maaf kata sudah berkepala tiga, selalu dijadikan stater, setiap tim bermain home atau away.

“Terlihat jelas permainan bukan meningkat, tapi jalan ditempat. Meski ada hasil maksimal tapi hasil itu bukan untuk menguntungkan tim,” ujarnya.

Ramses Rumbekwan, mantan pemain Persipura menambahkan, kompetisi lokal Persipura menjadi roh sekaligus ajang melahirkan mutiara-mutiara muda yang kemudian menjadi generasi penerus, tim kebanggaan masyarakat Papua.

Ramses ikut mensikapi komposisi tim yang belum terlihat berubah dan masih didominasi pemain senior.

“Masih ada pemain muda yang kemampuannya bisa diandalkan, kenapa pelatih tidak berani memberi kesempatan bermain,” ucapnya.

Pemain yunior yang dipanggil dan duduk sebagai cadangan, jarang dimainkan. Contoh kekinian terlihat pada Ricky Kayame, pemain ini kini mulai menemukan sinarnya di klub baru, Persebaya.

“Ini fakta yang tidak bisa kita abaikan. Pemain senior harus juga bisa menerima, bila ada pemain muda yang punya kemampuan bagus. Pelatih juga harus berani ambil sikap,” ujarnya. (*)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)