Papua Sport

Panahan Target Tiga Emas di PON XX

Administrator | Sabtu, 05 Mei 2018 - 08:46:04 WIB | dibaca: 98 pembaca

“Musprov Perpani Pilih Ketua Baru”

Jayapura,- Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Papua menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) selama dua hari di Hotel Horison Jayapura, Kamis 3 - 4 Mei 2018, yang mengambil temah, "Melalui Musyawarah Povinsi PERPANI Papua Tahun 2018, Kita Tingkatkan Prestasi Olahraga Pemanahan Menuju PON XX Tahun 2020 di Tanah Papua".

Pembukaan Musrov PERPANI dihadiri para pengurus cabang PERPANI dari kabupaten/kota, Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, SP, sekaligus membuka dengan resmi acara pembukaan Musrov mewakili Ketua Umum KONI Papua.


"Penyelenggaraan musyawarah provinsi PERPANI Papua bertujuan untuk mengevaluasi program pembinaan prestasi olahraga panahan, baik ditingkat pengurus Provinsi, di tingkat pengurus cabang maupun pengurus club yang ada di kabupaten/kota se Provinsi Papua, " Kenius Kogoya.


Menurutnya, pembinaan prestasi cabang olahraga panahan di kabupaten/kota se Provinsi Papua mulai menunjukkan trend positif yang diawali dengan pembentukan club di beberapa kabupaten/kota yang merupakan basis perekrutan atlit usia dini yang nantinya akan menyumbangkan atlit berprestasi bagi induk organisasi cabang olahraga panahan di Indonesia.


Apalagi lanjutnya, prestasi cabang olagraga Panahan dalam 20 tahun terakhir mengalami pasang surut, dimana lima atlit panahan yang mengikuti PON XIX 2016 lalu di Bandung Provinsi Jawa Barat, belum menyumbangkan medali bagi kontingen Papua. Namun dalam kondisi yang sulit dengan keterbatasan peralatan atlit panahan Papua mampu bangkit dari keterpurukan dengan meloloskan 5 atlit putra/putri dari 11 atlit panahan pada PON XIX/2016.


Untuk memahami kondisi tersebut kata dia, maka pengurus provinsi PERPANI Papua dan pengurus cabang PERPANI kabupaten /kota se- Provinsi Papua bertekad untuk mewujudkan kembali kejayaan atlit-atlit panahan Papua pada masa tahun 70-an.


Oleh karena itu, pihaknya berharap, PERPANI Papua dapat mengevaluasi kembali terkait dengan pembinaan atlit.


"Itu pesan kami karena sejauh ini dari PON ke PON, juga beberapa tahun terakhir ini, PERPAMI belum memberikan hasil yang maksimal. Mungkin ini ada kesalahan atau kekeliruan dalam sistim pembinaan kita yang keliru.


Dengan kepengurusan yang baru ini, pihaknya juga berharap, siapa pun dia yang akan kembali terpilih untuk memimpin organisasi ini, panahan harus dapat memberikan hasil yang terbaik bagi Papua.


"Sebenarnya sudah dari kecil orang suka panah, tinggal bagaimana kita mencari bibit-bibit ini untuk kita bina. Yang kedua mungkin perlu juga persiapkan para pelatih yang baik karena pelatih juga harus terus di apgred, di asah pengetahuannya karena pembinaan olahraga hari ini sudah mengarah pada perkembangan iptek, " imbuhnya.


Menurutnya, pelatih jangan hanya bermodalkan sebagai sang juara tapi pelatih juga harus belajar dan terus belajar untuk memgikuti sistim perkembangan tehknologi olahraga yang ada saat ini.


"Kami harapkan PERPANI untuk PON 2020, kalau bisa dapat 1 medali emas. Karena kita tuan rumah PON, kita harap nanti pengurus yang baru bisa lebih bekerja ekstra mempersiapkan atlit kita untuk mengikuti PON 2020. Jadi harapan kita kalau bisa menyumbangkan medali untuk rakyat Papua, "


Sementara itu, Ketua Umum PERPANI Provinsi Papua, DR. Julia. J. Waromi, SE. M. Si menambahkan, dalam Musrov PERPANI selama dua hari ini, ia ingin mengevaluasi kembali empat tahun kinerja dari pengurus yang lama.


"Sebenarnya harapan saya, di tahun 2016 PON XIX di Jawa Barat, kami punya harapan untuk mendapatkan medali tapi itu kembali lagi kepada pengurus.


Untuk itu, kata Julia Waromi berharap, musyawarah yang di lakukan selama hari ini, dapat di evaluasi agar dilihat lembali.


"Kira-kira kekurangan kami dimana, Apakah karena kita kurang pus pada pelatih atau atlit-atlit kami. Jadi itulah kami sangat berharap kami bisa untuk di evaluasi kembali. Jadi harus di genjot lagi, " tandasnya.


Menurut Sekretaris Dewan Provinsi Papua ini, meskipun ia sibuk sebagai Sekwan DPR Papua, namun ia berusaha semaksimal mungkin agar dapat mengevaluasi kembali semuanya.


"Mungkin pengurus saya di bawah ini kurang partisipasi, karena mereka selalu berharap dari KONI. Tapi, kalau komunikasinya mereka bagus sama saya dan selalu terbuka, saya dengan senang hati siap. karena setahu saya Panahan ini sudah lama sekali. Jadi kami berharap untuk di evaluasi karena ini bukan barang baru untuk di Papua, " jelasnya.


Namun kata Julia Waromi, meskipun pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin, tapi kalau tidak ada komunikasi dan saling keterbukaan serta transparan sesama pengurus, maka panahan di Papua tidak akan berkembang dan maju.
Julia Waromi mengakui, kondisi anggarannya seperti apa yang ada di Papua.


Untuk itu pada PON XX tahun 2020 mendatang, ia menginginkan pada Cabor Pemanahan mendapat tiga emas pada PON XX nanti.


Jadi, kalau tadi pak Sekretaris KONI hanya minta satu emas, tapi kalau saya berharap, bisa dapat tiga emas dari sepuluh nomor yang dilombakan," tandas Julia Waromi.


Untuk itu, ia berharap, jika ia terpilih kembali para pengurus cabang kabupaten/kota se-Provinsi Papua dapat bekerjasama dan saling terbuka serta transparan.

 

"Karena itu yang dibutuhkan dalam sebuah organisasi, tapi kalau tidak transparan dan saling terbuka, saya pikir kita tidak bisa mencapai sesuatu. Jadi kita kerja sesuatu harus ada transparan antar sesama itu harus ada keterbukaan. Jangan ada apa-apa di sembunyiin, karena kalau saya kerja orangnya tidak seperti itu harus terbuka baru kita cari solusinya agar bagaimana caranya kita bisa tingkatkan atlit dengan yang melatih mereka, karena yang melatih itu juga harus di perhatikan agar dia semangat untuk melatih atlit-atlit kita, " paparnya. 











Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)