Papua Sport

Minim jam terbang SDM wasit/juri di Papua

george kaiba | Selasa, 24 Oktober 2017 - 18:51:12 WIB | dibaca: 172 pembaca

Jayapura, Jubi – Kadisorda Papua akui sumber daya manusia (SDM) wasit/juri di Papua masih sangat minim. Disamping kurangnya jam terbang terlibat dalam pertandingan.

“Sumber daya manusia (SDM) wasit/juri sangat penting bagi bidang pertandingan saat PON 2020. Untuk kita di Papua sangat kurang ,” kata Yusuf.

Sebab didalam panitia pelaksana (panpel) PON itu, terdiri dari wasit-wasit yang berkontribusi secara lokal, baik di klaster seperti Jayapura, Biak, Timika, Merauke dan Wamena, maupun di-luar wilayah penyelenggaraan PON.

Yusuf katakan mungkin ada wasit/juri yang di luar, tapi memiliki kualitas untuk bisa memimpin di PON, hal itu tergantung dari pelatihan ini nantinya.

“Kalau dari pelatihan ini bisa merekomendasikan untuk nanti terlibat dalam beberapa pertandingan, sebelum nanti resmi menjadi wasit/juri di PON. Mudah-mudahan kita harapkan ada dari taekwondo, tarung drajat, karate dan tinju yang hari ini kita laksanakan,” akunya.

Yusuf bilang pelatihan wasit/juri yang digelar Disorda dilaksanakan bertahap, tapi lebih diutamakan pada cabang olahraga yang subyektifitasnya tinggi, utamanya cabor beladiri.

Cabang akurasi dan terukur seperti atletik, dayung dan lain sebagainya, tidak begitu urgen dilakukan.

Cabor yang penilaian subyektifitas ini kadang-kadang memicu keributan saat pertandingan.

"Kadang timbul perkelahian serta keributan, karena masing-masing wasit kurang memahami aturan yang digunakan dalam setiap pertandingan,” ujarnya.

KI Yani Mahdi, salah satu pemateri dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) menegaskan, soal kejujuran itu kembali pada diri pribadi wasit/juri yang memimpin.

“Kuncinya disitu, kembali pada pribadi seorang wasit/juri untuk berbuat jujur dalam memimpin pertandingan,” akunya. (*)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)