Artikel

KAMPUNG HARAPAN MEMBAWA SEJUTA HARAPAN

george kaiba | Selasa, 13 Juni 2017 - 14:22:31 WIB | dibaca: 274 pembaca

Oleh : R.J.Sinambela

Keraguan-raguan dari  berbagai kalangan, khususnya masyarakat pecinta olahraga Papua akan keseriusan Papua sebagai tuan rumah PON XX tahun 2020. Lantaran pembangunan sarana dan prasarana olahraga di 5 kabupaten dan kota  di Papua hingga bulan April lalu fisiknya belum nampak wujudnya. Padahal sebelumnya media lokal melansir berita meyebutkan pembangunan Stadion utama Olahraga akan di mulai awal Maret, ternyata baru bisa terwujud akhir April lalu

Hal ini juga sempat mendapat sorotan dan kritikan dari berbagai kalangan, khususnya pelaku dan pecinta olahraga di tanah Papua.  Keragu-raguan dari masyarakat, Papua sebagai tuan rumah PON XX 2020 memunculkan rasa pesimis. Ini wajar mengingat efektif waktu pelaksanaan PON tinggal 3 tahun lagi. Konon lagi pembangunan sejumlah venue, selain di kota Jayapura dan kabupaten Jayapura belum ada Eksennya dilapangan. Dari lima kabupaten dan kota di Papua, hanya kabupaten Mimika venue rampung dibangun, walau belum seratus persen.

Rasa pesimis yang selalu menghantui masyarakat Papua, khususnya atlet dan mantan-mantan atlet Papua berubah menjadi rasa optimis Papua menjadi tuan rumah PON XX tahun 2020, setelah Ketua umum PB PON XX tahun 2020, nota bene sebagai Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH, Selasa, 18 April 2017 di kampung Harapan, Sentani melakukan acara pengucapan syukur pembangunan Stadion Utama PON.

Kampung Harapan, semula kampung sepi sontak berubah menjadi ramai. Hilir mudik pekerja, ditambah suara deru mesin-mesin alat berat dan mobil truck milik kontraktor lalu lalang di kampung Harapan. Pembangunan stadion utama ini berdampak positif, geliat  perekonomian masyarakat di sekitarnya mulai nampak.

Nama Kampung harapan sontak menjadi buah bibir dikalangan masyarakat Papua. Bukan kebetulan saja sesuai dengan namanya kampung Harapan membawa sejuta harapan. Kampung Harapan bukan hanya mimpi lagi, tetapi mimpi akan menjadi kenyataan tempat perhelatan bagi seluruh Atlet-atlet ditanah air berprestasi meraih medali, termasuk atlet-atlet tangguh Papua yang nota bene sebegai tuan rumah.

Sebelum Kampung Harapan, sejumlah lokasi dinominasikan menjadi lokasi pembangunan stadion utama, misalnya Holte kamp, Koya dan Arso. Dilihat dari tofograpi, ketiga tempat layak dibangun venue. Namun dari survei yang dilakukan, hanya Kampung Harapan  yang dinilai layak. Meskipun pembangunan sarana dan prasarana pembangunan gedung Utama PON dinilai berbagai kalangan terlambat, tetapi sekretaris PB PON, juga selaku sekretaris KONI Papua, Yusuf Yambeabdi tetap optimis bahwa pembangunan klaster di lima kabupaten dan kota tetap selesai tepat waktu.

Tentu sebagai sekretaris dan motor organisasi, Yusuf Yambeabdi, juga kepala Dinas Olahraga, pasti punya kiat-kiat  dan jurus-jurus untuk mensukseskan pembangunan dan penyelenggaran PON. Sukses penyelenggara, sukses administrasi dan sukses prestasi menjadi tugas berat pada PON XX tahun 2020.  Untuk mencapai kesuksesan ini tentu tidak bisa dikerjakan hanya seorang diri, dibutuhkan uluran tangan dan masukan-masukan dari semua stake holder di Papua, khususnya mantan-mantan atlet Papua yang dulu pernah bersinar di PON-PON sebelumnya.

 Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kampung Harapan akan menjadi saksi kelak dan menjadi kenangan yang tidak terlupakan bila di PON XX tahun 2020  anak-anak Papua bisa meraih medali emas, apalagi sukses di tanah kelahirannya sendiri.  Tidak salah kalau anak-anak Papua yang terjun di PON bermimpi meraih juara umum. Oleh karena itu, apapun alasanya semua masyarakat yang tinggal di Papua harus mendukung sepenuhnya pembangunan dan penyelenggaran PON XX 2020. Apalagi dalam statemen saat pengucapan syukur pembangunan stadion utama PON XX tahun 2020 di Kampung Harapan, ketua umum PB PON XX tahun 2020 mengajak masyarakat yang meragukan pelaksanaan PON XX 2020 di Papua ikut bergabung dan melihat kenyataan yang ada.

Keraguan masyarakat Papua sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XX tahun 2020 bukan tidak beralasan. Konon provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah PON XIX 2016, kendati berada di pusat kota, persiapan mereka sebagai tuan rumah dinilai Kaukus KONI Pusat amburadul. Padahal dari kaca mata saya, sebagai sekretaris Posko V saat itu, pelaksanaan PON di Jawa Barat berjalan sukses. Lantas jadi mucul pertanyaan dibenak saya bagaimana dengan Papua sebagai tuan rumah pada PON XX 2020 nanti ?.  Apakah akan lebih baik atau lebih buruk lagi dari Jawa Barat.

Jadi kalau sampe terjadi kekurangan disana-sini saat penyelenggaraan PON XX tahun 2020 harus dimaklumi. Tak ada satu orang pun yang dapat memberikan jaminan bahwa penyelenggaraan PON di Papua akan sempurna. Namun demikian belum terlambat, masih ada waktu 1.195 hari lagi  untuk membenahinya, asalkan kita punya niat yang tulus dan serius bekerja.

Siapapun dia, apakah sebagai pengurus KONI Papua, pengurus besar (PB) KONI, Disorda, stake holder lainya, termasuk  pengurus olahraga dan atlet harus bahu membahu dan bergandeng tangan mewujudkan mimpi itu. Harapan terbentang luas di depan. Sekarang tergantung kita semua, apakah mau atau tidak menggapai impian tersebut.

Namun apapaun alasanya kita harus tetap optimis bahwa pembangunan dan penyelenggaraan PON XX 2020 d Papua sukses, sesuai dengan motto sukses administrasi, sukses penyelenggara dan sukses prestasi. Sebab  dikuatirkan jika sampai Papua gagal menjadi tuan rumah PON XX tahun 2020. Jangankan 50 tahun lagi, Papua jangan pernah berharap jadi tuan rumah PON lagi. Inilah moment yang terbaik dan harus diwujudkan.

Tugas Berat

 Bercermin dari provinsi Jawa Barat, sebagai tuan rumah PON XIX 2016 belum lama ini.  Papua sebagai tuan rumah PON XX tahun 2020 perlu belajar dari Jawa Barat maupun dari daerah-daerah yang pernah sukses jadi tuan rumah penyelenggara PON.  Papua tidak perlu malu mengakui kekurangan dan kelemahan-kelamahan yang dimiliki. Justru ini perlu dijadikan cambuk membenahi kekurangan  menuju kesempurnaan.

Waktu terus berjalan, gaung pembangunan venus di empat kabupaten lain belum begitu menggema, namun dari informasi yang diperoleh bahwa perencanaan venue-venue sudah tidak masalah, tinggal pelaksanaan pembangunan venue.  Sukses penyelenggara, sukses administrasi dan sukses prestasi merupakan tugas berat. Apalagi sebagai tuan rumah, Papua punya ambisi torehan peringkat harus lebih baik dari PON XIX 2016 Jawa Barat.

Untuk mencapai diatas peringkat 7, KONI Papua dituntut kerja keras lagi dalam menyiapkan atlet-atlet sebaik mungkin untuk meraih emas sebanyak-banyaknya. Sebagai tuan rumah, tentu Papua tidak ingin dipermalukan oleh tamu-tamu dari luar di kandang sendiri. Bicara olahraga prestasi, itu menjadi hajatan KONI Papua dan pengurus cabang olahraga. Sedangkan bicara infrastruktur menjadi domain Disorda. Dua lembaga ini harus sinergis, selalu komunikasi dan tidak bisa satu ke utara satu ke selatan. Antara satu dengan lain saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. 

Apalagi Ketua umum KONI Papua, Lukas Enembe pernah menyampaikan bahwa atlet-atlet Papua yang diterjunkan di PON XX tahun 2020 adalah putra-putri asli Papua. Bila ini terwujud, tentu akan menjadi sejarah di Republik ini. Papua ingin menunjukan kepada daerah lain bahwa tanpa atlet luar, Papua bisa berprestasi.

Niat ketua umum KONI Papua, Lukas Enembe yang begitu tulus harus ditanggapi secara positif oleh pengurus cabang olahraga maupun atlet sendiri. Hanya saja yang menjadi pertanyaan. Apa ya dalam waktu 3 tahun ini  atlet-atlet Papua yang diturunkan di PON XX 2020 bisa terjaring atau terpilih. Sementara sampai tulisan ini naik belum ada gerakan atau aksi untuk melaksanakan Porkab dan Porprov atau kejurda sebagai ajang seleksi atlet yang akan diturunkan di PON XX 2020.

Meskipun KONI Papua sendiri sudah menyusun agenda kerja menjelang PON 2020. Sementara sejumlah provinsi lain begitu PON Jawa Barat selesai, mereka sudah langsung start melakukan berbagai kejuaraan sebagai ajang persiapan menuju PON XX tahun 2020 di Papua. Lantas bagaimana dengan provinsi Papua ? jawabnya ditanya saja pada rumput yang bergoyang,

Namun demikian kita harus tetap optimis bahwa pembangunan dan penyelenggaraan PON XX tahun 2020 di Papua tetap akan berjalan baik dan sukses. Kampung Harapan akan membawa sejuta harapan dan impian bagi anak-anak Papua yang akan membela tanah kelahiranya. Sinar mentari dari kampung Harapan  akan bersinar di kabupaten Biak, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayawijaya.

Sinar dari kampung harapan menjadi penyemangat baru bagi seluruh masyarakat Papua, khususnya KONI Papua, pengurus olahraga dan atlet bekerja sesuai dengan bidang masing-masing menggapai impian Papua sukses administrasi, sukses penyelenggara dan sukses prestasi di PON XX tahun 2020. Semoga tulisan ini dapat menggugah semua pengurus KONI Papua tanpa kecuali untuk saling bahu membahu.

Mari kita buang ego masing-masing karena sukses penyelenggara, sukses administrasi dan sukss prestasi tidak bisa datang begitu saja. Sukses tdak mungkin bisa tercapai hanya bicara dimulut saja, tetapi perlu keseriusan dan kerjasama yang baik dari semua pihak. Artinya sukses tidak bisa digapai bila hanya dikerjakan segelintir orang. Tugas di depan cukup berat dan butuh orang-orang pekerja guna suksesnya iven nasional ini.

Soal apakah nanti prestasi Papua bisa lebih baik peringkatnya dibandingkan di PON XIX 2016 di Bandung. Itu tentunya tugas KONI dan Pengurus cabang olahraga.  Semoga impian anak-anak Papua yang akan berlaga di PON XX 2020 menjadi kenyataan. Ada kebanggan tersendiri yang tidak ternilai harganya, bila anak-anak Papua bisa meraih medali emas di tanah leluhurnya. Mari kita dukungan pembangunan klaster-klaster di lima kabupaten dan kota. Andaikan pun kita tidak bisa membantu. Minimal kita jangan samoai menyusahkan... salam olahraga,,, salam olahraga... salam olahraga.

 

 

                                                                        Penulis :Humas KONI PAPUA

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)