Nasional

Atlet Papua Berguguran di Popnas

george kaiba | Senin, 18 September 2017 - 14:58:35 WIB | dibaca: 178 pembaca

SEMARANG,- Tekad Provinsi Papua masuk 10 besar pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV di Semarang, Jawa Tengah tahun 2017 cukup berat.

Cabang olahraga potensial yang diharapkan dapat mendongkrak perolehan medali bagi Papua masuk 10 besar dari atletik hanya tinggal mimpi. Atlet atletik Papua yang diproyeksikan ke PON XX Tahun 2020 tak berdaya melawan ganasnya pelari-pelari dari Jawa Timur, DKI Jakarta, NTB, Jawa Barat dan Jawa Tengah di atas lintasan lari stadion Kendal Semarang.

Cabor atletik yang berakhir, Sabtu (16/9) DKI Jakarta keluar sebagai juara dengan 9 emas, 2 perak dan 2 perunggu, Jatim 6 emas, 1 perak dan 4 perunggu, Jawa Barat dengan 3 emas, 4 perak, 4 perunggu dan tuan rumah Jawa Tengah 2 emas, 6 perak dan 3 perunggu, NTB 2 emas, 2 perak, Bangka Belitung 2 emas, 1 perak, 1 perunggu, Lampung 2 emas, 1 perak, 1 perunggu.

Sementara NTB, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Maluku mendapat 1 medali emas, Papua yang dijuluki sebagai gudang atlet hany mendapat 1 medali perunggu.

Sementara di cabang olahraga andalan lainnya, Dayung yang selama POPNAS maupun PON selalu menjadi penyumbang medali terbanyak untuk Papua pun tak berdaya. Lolos di tiga nomor final, tak satupun yang mendapat medali emas.

Sementara dari cabang olahraga tinju, dari 9 atlet yang mengikuti Popnas, enam atletnya harus mengakui lawan-lawannya. Dari cabor ini, Papua masih memiliki harapan untuk meraih medali emas dari Agustutus Logo, Yaya Dom dan Imanuel saway. Agustitus Logo melaju ke semifinal dan akan berhadapan dengan petunju Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Yusuf Yambe Yabdi mengaku, prestasi Papua sangat merosot. Artinya ada yang salah dalam pola pembinaan selama ini.

"Lumbung medali emas Papaua adalah dayung dan atletik, tapi terbukti gagal merebut medali,” kata Yusuf yang juga Sekum Koni Papua.

Karena itu, untuk meraih prestasi pada PON 2020, ia meminta agar pengurus cabor segera melakukan evaluasi, sehingga prestasinya meningkat pada pelaksanaan PON di Papua

Yusuf mengatakan untuk membentuk atlet berprestasi memang dibutuhkan beberapa hal, antara lain sarana dan prasarana, volume latihan, pelatih yang berkualitas, jam terbang, dan program pengurus yang lebih fokus










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)