Papua Sport

Ajang PON 2020, Papua Sudah Harus Bebas Malaria!

george kaiba | Selasa, 09 Mei 2017 - 11:37:36 WIB | dibaca: 169 pembaca

JAYAPURA, – Pimpinan Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA), Dr. Nafsiah Mboi berharap, pada pelaksanaan PON XX tahun 2020 mendatang di Papua, sudah bebas dari penyakit malaria yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi setiap orang yang akan datang berkunjung ke Bumi Cenderawasih.

” Saya ingat 2014 lalu di Istana Negara, Gubernur Lukas Enembe dihadapan Presiden kala itu menyampaikan kesiapannya menjadi tuan rumah pelaksanaan PON 2020. Tentunya kalau mau jadi tuan rumah, harus bebas dong dari penyakit Malaria. Sebab kalau tidak, nanti tidak ada orang yang mau datang ke Papua pada perhelatan PON karena takut dengan penyakit ini,” ujar Nafsiah saat memberikan paparan pada acara Workshop Percepatan Eliminasi Malaria di Papua, yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kesehatan, Kemendagri juga Bappenas, Lembaga Donor, dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, di Sasana Krida kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (8/5)

Dikatakan Nafsiah, dalam rangka percepatan eliminasi malaria khususnya di Papua tentunya perlu kerjasama yang baik antara Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, mengingat Papua merupakan salah satu daerah endemik malaria di Indonesia. Sehingga saat ini, tujuan yang ingin dicapai bukan lagi mengontrol atau melakukan pengendalian atas penyakit yang disebabkan oleh nyamuk anopheles ini. Sebab jika dilihat dari indeks secara dunia terjadi penurunan.
” Tapi kita tidak mau tahu, sebab penyakit ini bisa dicegah, dideteksi dan diobati sehingga benar benar target kita pada 2030 penyakit ini sudah tereliminasi,” tegas mantan Menteri Kesehatan di era Presiden SBY ini.

Di kesempatan itu,Nafsiah memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk bagaimana menjadikan Papua Bebas Malaria. “Saya dengar dalam apel yang dihadiri 3600 ASN, semua sepakat berjanji agar Papua bebas malaria ini sangat luarbiasa. Apalagi Kadinkes ( Kepala Dinas Kesehatan-red ) dengan lantang menyebutkan itu atas nama Gubernur,” ucapnya. Tentunya, lanjut Nafsiah ini sejalan dengan yang diusulkan pihaknya yakni “Gerakan Papua Bebas Malaria Untuk Setiap Orang”.

Sementara itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Dr. Mohammad Subuh Mptm menjelaskan, sedikitnya ada 251 kabupaten/kota di Indonesia telah terbebas dari penyakit malaria. Dimana ada 41 kabupaten dikategorikan sebagai endemis tinggi malaria, termasuk beberapa kabupaten diantaranya ada di Papua.

” Kami memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Papua terkait program eliminasi malaria ini. Dimana untuk target 2030 Indonesia bebas malaria, indikatornya adalah Papua,” ucap Mohammad.

Menurutnya, peran Pemerintah dan DPRD sangat penting agar bisa menggerakkan seluruh sektor. “Di Papua ini banyak rawa rawa , kita sudah bagikan kelambu tapi ternyata malaria masih banyak. Oleh karena itu peran seluruh elemen masyarakat juga sangat penting, untuk dapat memahami pentingnya dilakukan pencegahan terhadap penyakit ini,” tuturnya.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)